Anatasya Benny Pratama Guru Muda Energik Di SMA GEMA 45

https://kabargema45.com/2026/09/24/anatasya-benny-pratama-guru-muda-dj-sma-gema-45-yang-energik/
Profil
Anatasya Benny Pratama merupakan salah satu tenaga pendidik muda yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA GEMA 45 Surabaya. Lahir di Surabaya pada 1 Mei 2002, sosok yang akrab disapa dengan Bu Tasya ini dikenal memiliki gaya mengajar yang dekat dengan karakter dan perkembangan generasi muda. Entah metode apa yang digunakan olehnya, tetapi menurut para siswa guru ini sangat memahami karakter muridnya dan asik di ajak diskusi.
Baca Lainnya :
Kamis, 24 September 2026
Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN Tanah Kali Kedinding II/252 Surabaya, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP YP17 Surabaya dan SMA Muhammadiyah I Surabaya. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Tasya melanjutkan studinya di Universitas Dr. Soetomo Surabaya.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Tasya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendorong pentingnya pendidikan dan pengembangan diri. Adiknya saat ini juga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mengambil program studi Pendidikan Matematika.
Kecintaan Tasya terhadap dunia pendidikan diwujudkan melalui pengalaman mengajar di SMA GEMA 45 Surabaya, sekaligus mengajar les di Les AHE. Baginya, menjadi seorang guru bukan hanya tentang menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga bagaimana menciptakan suasana belajar yang membuat siswa merasa nyaman, aktif, dan mampu mengekspresikan dirinya.
Dalam proses pembelajaran, Tasya berusaha mengikuti perkembangan zaman. Ia menyesuaikan cara berkomunikasi dengan karakter peserta didik saat ini, termasuk menggunakan bahasa dan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi Z.
Menurutnya, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak harus selalu berlangsung secara kaku. Materi pelajaran dapat dikemas dengan cara yang lebih komunikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Bicara tentang hoby di luar aktivitas mengajar, Tasya memiliki ketertarikan pada dunia musik. Mendengarkan musik menjadi salah satu hobinya. Ia juga memiliki kemampuan bernyanyi dan mengikuti kegiatan paduan suara.
Saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Tasya bahkan pernah dipercaya menjadi ketua paduan suara. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pengembangan dirinya, terutama dalam membangun kemampuan bekerja sama, memimpin, berkomunikasi, dan bertanggung jawab terhadap sebuah tim.
Ada satu prinsip yang menjadi pesan motivasi bagi Tasya, yaitu:
“Sukses itu penting, tapi waras nomor satu.”
Menurutnya, seseorang tetap perlu memiliki ambisi dan keberanian untuk mengejar mimpi. Namun, ambisi tersebut tidak seharusnya membuat seseorang mengabaikan kesehatan mental maupun fisik.
Prinsip tersebut juga menjadi pengingat bahwa proses mencapai kesuksesan bukan hanya tentang seberapa tinggi pencapaian yang diraih, tetapi juga bagaimana seseorang tetap mampu menikmati prosesnya dengan sehat dan seimbang.
Selain mengajar di sekolah, Tasya juga masih aktif memberikan les. Ketika memiliki waktu luang, ia senang menghabiskan waktu dengan hangout bersama teman-temannya.
Bagi Tasya, menjadi guru di era sekarang membutuhkan kemampuan untuk terus beradaptasi. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga perlu memahami karakter peserta didik dan perkembangan zaman.
Dengan pendekatan yang komunikatif, penggunaan bahasa yang dekat dengan generasi Z, serta pengalaman di bidang musik dan kepemimpinan, Anatasya Benny Pratama berupaya menjadikan pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai ruang bagi siswa untuk belajar, berkomunikasi, sekaligus mengembangkan kepercayaan diri.
“Belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai, tetapi juga tentang bagaimana kita berkembang menjadi versi terbaik dari diri kita.”
(Mey/Red)





